muhammad-saw
Bismillahirrahmanirrahim
Muhammad Rasulullah SAW lahir dari kandungan bundanya pada hari senin tanggal 12 bulan Rabi’ul Awwal tahun Gajah, bertepatan dengan tahun 571 Masehi, di kota Makkah Al-Mukarramah. Ayah baliau ‘Abdullah putera ‘Abdul Muthalib, seorang pemimpin yang paling berwibawa dan paling dihormati oleh masyarakat Arab. Bundanya bernama Aminah binti Wahab, juga termasuk keluarga Quraisy yang mempunyai martabat mulia. Siti Aminah adalah puteri tunggal, tidak berkakak dan beradik. Dari pernikahan dengan ‘Abdullah bin ‘Abdul Muththalib ia pun tidak malahirkan putera maupun puteri selain Muhammad SAW.

Tidak diragukan lagi bahwa Muhammad SAW lahir di tengah-tengah keluarga bermartabat tinggi, berasal keturunan mulia dan sangat di hormati masyarakat, ibarat sebuah pohon yang berakar kokoh di bumi dan bercabang menjulang tinggi ke langit. Mereka terkenal sebagai orang-orang yang memiliki keutamaan tinggi dan tersohor pula sebagai keluarga yang dermawan. Karena itu tidaklah mengherankan jika Allah SWT memilih utusan-Nya dari keluarga yang mulia itu untuk di angkat sebagai Nabi dan Rasul dari seluruh umat manusia dan sebagai rahmat bagi alam semesta.

Keluarga yang mulia itu ialah kelurga Bani Hasyim bin ‘Abdu Manaf bin Qushaiy, seorang Quraisy yang memiliki kehormatan dan kekuasaan besar sebagai pemimpin kaumnya. Pada masa-masa sebelumnya tidak pernah ada keluarga Arab yang mempunyai kedudukan semulia dan setinggi kedudukan Qushaiy bin Kilab.

Dengan demikian jelaslah bahwa Muhammad Rasulullah SAW adalah manusia pilihan terbaik dari keluarga Bani Hasyim dan merupakan orang yang termulia dari keluarga Ayah Bundanya. Sebagaimana diketahui, Bani Hasyim adalah silsilah keturunan ‘Adnan, bapak semua orang Arab ‘Adnaniyyah yang berasal dari keturunan Nabi Ismail bin Nabi Ibrahim ‘Alaihimas-Shalatu Wassalam.

Al-Baihaqiy mengetengahkan sebuah riwayat berasal dari Fatimah Ats-Tsaqafiyyah yang menyaksikan sendiri detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW ia mengatakan: “Aku hadir dan menyaksikan sendiri kelahiran Muhammad SAW keika itu aku melihat cahaya terang menyinari seisi rumah tempat beliau dilahirkan. Selain itu aku pun melihat beberapa buah bintang bersinar turun mendekat hingga aku merasa seolah-olah bintang-bintang itu hendak mematuhi diriku.

Pada malam kelahiran beliau SAW tampak tanda-tanda luar biasa. Bumi goncang dilanda gempa hingga berhala-berhala disekitar Ka’bah bergelimpangan. Beberapa Gereja dan Biara runtuh serta Balairung Istana Kisra di Persia retak dan roboh. Disusul oleh padamnya api sesembahan kaum Majusi di Negeri itu. Dengan padamnya api sesembahan itu mereka cemas dan sedih, semuanya menduga bahwa semua tanda yang mereka saksikan itu pasti menunjukan terjadinya peristiwa besar di dunia. Peristiwa itu bukan lain adalah kelahiran Muhammad SAW di Makkah.

Beberapa saat setelah Beliau SAW lahir bundanya segera mengutus seorang menemui ‘Abdul Muthalib untuk menyampaikan berita gembira tentang kelahiran cucu yang telah lama dinantikan. Ia cepat-cepat datang dan menimang-nimang cucunya dengan bangga dan sukacita. Pada saat itulah ia beroleh ilham dari Allah SWT supaya menamainya “Muhammad”, sebagaimana yang terdapat di dalam Taurat dan Injil. Pada masa itu tidak ada orang Arab yang bernama Muhammad selain tiga orang. Nama tersebut diberikan oleh ayah mereka berdasarkan pendengaran mereka bahwa beberapa orang ahli nujum mencanangkan akan datangnya seorang Nabi di Hijaz bernama Muhammad. Kemudian mereka bernazar bila mendapat anak lelaki akan dinamai “Muhammad”. Tiga orang masing-masing bernama “Muhammad” itu ialah, Muhammad bin Syufyan At-Taimiy, Muhammad bin Bilal-Ausiy dan Muhammad bin Hamran Al-Jafiy.

Be Sociable, Share!

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.