Salam bagi semua pembaca budiman, edisi ini masih terkait dengan tulisan sebelumnya part 3, pada kesempatan kali ini di part 4 akan menampilkan beberapa pernyataan dari hadist mengenai arti penting berbakti orang tua dan cara agar anak-anak kita nantinya juga menjadi anak yang berbakti…amiiin.

 

Silahkan buka pembahasan sebelumnya tentang Berbakti kepada Orang Tua dalam Al Quran. 

Bagaimana keutamaan berbakti orang tua dalam Hadist Nabawy, diantaranya sebagaimana dijelaskan riwayat-riwayat berikut :

 

1.Lebih mulia daripada jihad

Beberapa riwayat hadist menjelaskan bahwa pertanyaan pertama bagi seorang pemuda yang hendak berjihad ialah menanyakan apakah kedua orang tuanya masih hidup, apakah kedua orang tuanya mengizinkannya untuk pergi berjihad, apakah orang tuanya begitu membutuhkan anaknya tersebut untuk dapat membantu mereka.

 

لحديث عبدالله بن عمر رضي الله عنهما قال: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ يَسْتَأْذِنُهُ فِي الجِهَادِ فَقَالَ: أَحَيٌّ وَالدَاكَ؟ قاَلَ: نَعَمْ، قال: فَفِيْهِمَا فَجَاهِدْ

 

“Abdullah bin ‘Amr bin Ash r.a. berkata bahwa ada seorang lelaki yang datang kepada Nabi saw. Dia meminta izin untuk ikut berperang. Maka Rasulullah saw bertanya kepadanya, “Apakah kedua orangtuamu masih hidup ?” Dia menjawab, “Ya.” Rasulullah saw bersabda, “Berjuanglah untuk kepentingan mereka.” (HR Bukhari Muslim)

 

Hadist di atas juga menjadi catatan bagi fenomena gerakan terorisme, yang mengaku mengatasnamakan jihad untuk melakukan apa saja, apakah oknum mereka merekut para pengantin (pelaku bom bunuh diri) atau tindakan terror lainnya telah meminta izin dari orang tua mereka?, apakah mereka tidak sadar bahwa ternyata berbakti kepada orang tua pada usia muda ialah suatu keutamaan agama ? Mengapa mereka justru mendahulukan suatu hal yang justru menyakiti hati para orang tua mereka dengan melakukan tindakan terror ? … dan mungkin masih banyak lagi pertanyaan yang seharusnya menyadarkan kita bahwa terorisme bukanlah bagian dari ajaran agama Islam.

 

2. Orang Tua ialah pintu surga

Ternyata cara masuk surga tidak perlu jauh-jauh, ada pintu yang mudah dan istimewa yaitu berbakti kepada orang tua.

 

فعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله  يقول: الوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنَّ شِئْتُ فَأَضَعُ ذَلِكَ الْباَبَ أَوْ اَحْفَظُهُ

 

“ORANG TUA adalah PINTU SURGA YANG PALING TENGAH, terserah kamu, hendak kamu terlantarkan ia, atau kamu hendak menjaganya”(Hadist riwayat Tirmidzi)

 

Maksud pintu surga yang paling tengah adalah pintu yang PALING BAGUS dan PALING TINGGI. Dengan kata lain, sebaik-baik sarana yang bisa mengantarkan seseorang ke dalam surga dan meraih derajat yang tinggi adalah dengan mentaati orangtua dan menjaganya.”

 

Selain itu ada pula hadist yang menyatakan kerugian dan celaka bagi orang yang tidak berbaki kepada orang tua :

 

وعن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال  رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ، قِيْلَ :مَنْ ياَ رَسُوْلُ اللهِ ؟ قال : مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا فَلَمْ يَدْخُل الْجَنّةَ

 

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sungguh celaka… sungguh celaka… sungguh celaka..”, lalu dikatakan, “Siapakah itu wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Yakni orang yang mendapatkan salah satu

orangtuanya, atau kedua orangtuanya berusia lanjut, namun ia tidak masuk surga.” (HR Muslim)

 

Bersambung ke keutamaan bakti kepada orang tua selanjutnya

 

Penulis: Azhar Alam

Artikel: www.solusiislam.com

Be Sociable, Share!

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.